Monday, July 29, 2019

Pengembang Bikin Android untuk Nintendo Switch

Pengembang Bikin Android untuk Nintendo Switch

Jakarta, CNN Indonesia -- Sekelompok orang yang tergabung di forum XDA Developers menyematkan sistem operasi Android ke dalam Nintendo Switch. Firmware yang dimasukkan ke dalam Nintendo itu didasarkan pada sistem operasi Nvidia Shield TV LineageOS 15.1 atau setara dengan Android 8.1 Oreo.

Selain digunakan untuk bermain gim, saat Nintendo Switch disuntikkan sistem operasi itu pengguna dapat menggunakan perangkat layaknya sebuah ponsel yang bisa menjelajah situs dan memainkan gim mobile, seperti dilansir Tech Radar. 

Usai menginstal LineageOS 15.1, Nintendo Switch didukung dengan audio dan Joy-Con (kontroler gim khusus konsol gim Nintendo) di kedua mode.

Kendati demikian terdapat kesulitan yang akan dihadapi pengguna jika menginstal perangkat sistem operasi itu salah satunya adalah pengguna diharuskan membeli kartu memori tambahan. Sebab, LineageOS 15.1 akan secara otomatis menghapus semua data yang tersimpan di dalam Nintendo Switch.

Dikutip laman forum XDA Developers, selain membutuhkan kartu memori tambahan, ada sejumlah efek samping yang harus diketahui seperti, beberapa aplikasi tidak mendukung input Joy-Con dengan benar. Lalu sensor layar sentuh terlalu sensitif dan daya baterai tidak terlalu baik.

Baru-baru ini, perusahaan konsol gim asal Jepang itu sempat mengumumkan kemunculan Switch dalam versi murah. Switch Lite dirancang sebagai alternatif konsol gim murah dari versi aslinya.

Sesuai dengan namanya, Switch Lite akan dipasarkan mulai dari US$100 hingga US$200 atau sekitar Rp1,4 juta hingga Rp2,8 juta (US$1= Rp14,018).

Switch Lite dibuat secara eksplisit sebagai perangkat genggam sehingga penggunanya tidak perlu menghubungkan ke perangkat televisi. (din/eks)

Halaman Selanjutnya >>>>


NASA Rilis Gambar Gugusan Galaksi dari Observatorium Chandra

NASA Rilis Gambar Gugusan Galaksi dari Observatorium Chandra

Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah 20 tahun diluncurkan, Observatorium Chandra X-Ray NASA merilis enam gambar gugusan galaksi yang baru ditangkap. Dilansir dari Space, NASA merilis enam gambar yang menunjukkan cahaya dari rasi bintang kecil hingga struktur gugusan galaksi yang besar.

Direktur pusat sinar-X Chandra Belinda Wilkes mengungkapkan observatorium tersebut tetap tak tertandingi dalam kemampuan menemukan dan mempelajari sinar-X.

"Karena hampir setiap sumber astronomi memancarkan sinar-X, kita membutuhkan teleskop seperti Chandra untuk sepenuhnya melihat dan memahami alam semesta kita," jelas Wilkes.

Misi Chandra telah berkembang dengan pemahaman manusia tentang ruang. Ketika diluncurkan dua dekade lalu, observatorium ini hanya 'menangkap' beberapa exoplanet yang diketahui.

Namun, saat ini, Chandra secara rutin mengamati bagaimana radiasi bintang mempengaruhi planet yang mengorbitnya. Gelombang gravitasi (riak besar dalam ruang-waktu) hanya teori pada 1999, tetapi sekarang Chandra mengamati hasil merger lubang hitam dan peristiwa lain yang menghasilkannya.

Teleskop ini juga terlibat dalam pengamatan yang belum melakukan transisi itu, seperti studi tentang energi gelap, fenomena yang kurang dipahami yang diyakini membentuk sebagian besar alam semesta manusia.

Observatorium Chandra berasal dari nama penerima Hadiah Nobel Subrahmanyan Chandrasekhar, seorang astrofisikawan Amerika-India. Observatorium ini diluncurkan pada 23 Juli 1999.

Chandrasekhar melakukan perjalanan ke luar angkasa dengan pesawat ulang-alik Columbia dan telah mengorbit Bumi dan menyaksikan langit sejak saat itu.

Gagasan untuk Chandra sudah ada sejak lebih dari 40 tahun yang lalu, dengan proposal asli Riccardo Giacconi dan Harvey Tananbaum pada 1976. Giacconi menerima Hadiah Nobel Fisika 2002 karena kontribusinya dalam astronomi sinar-X, dan Tananbaum adalah direktur pertama dari Chandra X-Ray Center, yang mengoperasikan instrumen. (age)

Halaman Selanjutnya >>>>


Apple Keluarkan iPhone 5G pada 2020

Apple Keluarkan iPhone 5G pada 2020

Jakarta, CNN Indonesia -- Apple dikabarkan akan merilis tiga iPhone baru pada tahun 2020. Dilansir dari The Verge, Analis Apple, Ming-Chi Kuo menjelaskan bahwa ketiga iPhone yang akan rilis tersebut memiliki jaringan 5G.

Pada laporan bulan Juni lalu, Kuo mengatakan bahwa hanya dua dari tiga model yang akan datang dengan jaringan 5G. Seiring dengan teknologi 5G, iPhone yang akan dirilis tersebut dikabarkan akan hadir dalam ukuran baru.

Prediksi Kuo, Apple akan merilis iPhone high-end dengan ukuran 5,4 inci dan 6,7 inci dengan layar OLED. Juga bersamaan dengan model berukuran 6,1 inci berlayar OLED.

Alasan di balik perubahan jaringan ini dikarenakan perihal akuisisi Apple terhadap bisnis modem Intel. Menurut Kuo, akuisisi tersebut mendukung bahwa Apple akan memiliki lebih banyak sumber daya dalam membuat model 5G.

Hal ini akan mempercepat berkembangan lebih cepat dari sebelum terjadinya akuisisi.

Jaringan 5G sendiri memiliki dua jenis yang berbeda. Teknologi mmWave adalah jaringan 5G super cepat yang paling banyak dibicarakan. Tetapi, tidak semua jaringan 5G akan menggunakan teknologi mmWave di semua wilayah.

Hal ini dikarenakan teknologi mmWave lebih cocok digunakan di wilayah perkotaan yang padat.

Sedangkan untuk di daerah pinggir kota atau pedesaan, teknologi 5G akan tersedia dalam mid-bands dan low-bands, yang disebut sub-6GHz 5G. Teknologi ini masih lebih cepat daripada 4G, namun tidak secepat mmWave. (hrd/age)

Halaman Selanjutnya >>>>


Featured Post

5 Hari Berturut Merah, IHSG Hari Ini Siap ke Zona Hijau

5 Hari Berturut Merah, IHSG Hari Ini Siap ke Zona Hijau Jakarta, CNBC Indonesia - Sempat bergerak antara zona hijau dan merah, Indeks Harga...