100 Hari Demo Hong Kong, Kapan Tsunami Protes Berakhir?

Seperti akhir pekan sebelumnya, eskalasi demo juga naik tinggi di akhir pekan kemarin. Bahkan, bentrokan antara pendemo dan pihak kepolisian kembali terjadi.
Para pendemo memakai topeng melemparkan bom bensin ke polisi, membakar satu stasiun kereta api dan merusak fasilitas stasiun lain. Sementara itu, polisi anti huru-hara menembakkan gas air mata dan peluru karet, serta menyiapkan meriam air untuk membubarkan kerumunan.
Menjelang tengah malam, pemerintah Hong Kong mengeluarkan pernyataan untuk menanggapi sikap para pendemo.
"Beberapa pendemo melemparkan bom bensin dan batu bata ke markas pemerintah, dan membakar bendera nasional, menantang kedaulatan nasional. Penggunaan kekerasan bukanlah cara untuk menyelesaikan masalah dan pemerintah menunjukkan ketulusan yang besar dalam membangun platform dialog untuk berkomunikasi dengan warga negara," bunyi pernyataan itu.
Demo tersebut berada di wilayah Admiralty, Wan Chai dan Causeway Bay. Ketiganya merupakan jalan komersial tersibuk dan termahal di dunia. Toko dan mal di daerah itu tutup lebih awal untuk mengantisipasi dampak dari demo yang sudah berlangsung selama 15 minggu terakhir tersebut.
Selain dengan polisi, bentrok juga terjadi antara para pendemo. Dua kelompok pendemo yang memakai pakaian putih dan hitam tersebut menggelar keributan di wilayah Fortress Hill dan North Point.
Kelompok pendemo berpakaian putih dilaporkan menyerang wartawan, termasuk dua wartawan SCMP. Akibat dari kekacauan itu, delapan orang dilaporkan mengalami luka ringan dan tiga orang mengalami luka serius.
Demo anti pemerintah ini awalnya dipicu rencana pemerintah Hong Kong untuk menerapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekstradisi. RUU tersebut telah ditangguhkan secara penuh oleh Kepala Eksekutif Carrie Lam pada awal bulan ini. Namun, tampaknya hal itu tidak bisa menghentikan demo.
Diketahui, tuntutan pendemo telah merambah ke berbagai hal termasuk pengunduran diri Lam dan memberikan penduduk Hong Kong hak demokrasi, seperti melakukan pemilihan pemimpin.
BERLANJUT KE HAL 2
(sef/sef)
No comments:
Post a Comment