Sunday, September 15, 2019

Bos Medco Bicara Soal Divestasi Blok dan Anak Usaha

Bos Medco Bicara Soal Divestasi Blok dan Anak Usaha

Jakarta, CNBC Indonesia -PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) berencana mengembalikan Blok North East Bangkanai ke pemerintah. Pengembalian ini dilatarbelakangi oleh faktor risiko tinggi pada blok tersebut yang dinilai tidak baik untuk keekonomian perusahaan.

Selain melepas sejumlah blok, Medco juga berencana melepas kepemilikan saham anak usaha kepada publik melalui penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).

Hilmi Panigoro Presiden Medco Energy berkesempatan menjelaskan kepada CNBC Indonesia secara langsung tentang rencana aksi korporasi perseroan. Secara eksklusif berikut petikan wawancara-nya:

Proses pelepasan blok North East Bangkanai prosesnya seperti apa?

Jadi begini, kalau di perusahaan minyak kita selalu menjaga keseimbangan antara blok yang eksplorasi, pengembangan dan produksi. Kita kan baru menyelesaikan akuisisi Ophir Energy, itu blok-nya banyak lebih dari 10 negara.

Eksplorasi banyak sekali, oleh karena itu kita melakukan proses penyeimbangan, blok-blok yang eksplorasi dan risikonya tinggi kita jual atau kembalikan. Nah, East Bangkanai ini sebagai salah satu yang kita risikonya cukup tinggi dan sudah selesai seluruh komitmennya makanya kita kembalikan ke pemerintah.

Bos Medco Bicara Soal Divestasi Blok & Anak UsahaFoto: CNBC Indonesia TV

Target produksi tidak sesuai dengan kuota atau bagaimana?
Bukan, ini blok eksplorasi jadi belum dikembangkan belum diproduksi. Kalau eksplorasi kita lakukan sizing, pengeboran, setelah itu kita evaluasi apa ada prospek atau tidak. Kalau tidak ya kita kembalikan.

Risikonya seperti apa?
Risikonya kita anggap terlalu tinggi makanya kita kembalikan.

Blok lain bagaimana?
Kalau yang lain terutama yang eksplorasi-nya kita anggap prospektif tinggi atau pengembangan yang memiliki prospek tinggi kita lanjutkan. Contohnya, ada dua blok satu di Jawa Timur satu di Thailand, itu kita lanjutkan, kita spend capex (capital expenditure). Salah satunya namanya Bualuang di Thailand, hari ini produksinya 27 ribu kita spend money, kita perbaiki kapasitas produksi dan kita akan meningkatkan menjadi 10 ribu barel per hari.

Begitu juga di Jawa Timur ada pengembangan itu di Meliwis kita juga spend uang di situ untuk kapasitas produksi dan diharapkan di 2020 mulai berproduksi.

[Gambas:Video CNBC]


Itu capex tahun ini?
Iya, itu capex di tahun ini.

Berapa?
Sekitar US$ 400 juta, bukan hanya di itu ya, itu termasuk di Bualuang, Meliwis termasuk di power. Kita kan ada satu pembangunan PLTG di Riau 200 ribu MW.

Sampai September diserap berapa?
Saya angkanya lupa berapa persis yang sudah di-spend ya tapi rencananya up to US$ 400 juta.

Ke depan progres eksplorasi dan peningkatan produksi?
Saya pikir yang paling penting sekarang, paruh petama hasilnya baik. Yang paling utama itu hari ini produksi sudah konstan dengan masuknya Ophir kita sudah mencapai 100 ribu barel per hari. Kira-kira kalau kita setahunkan Ophir ini akan membantu meningkatkan produksi dari 90 ke hampir 120 ribu barel oil ekuivalen per hari.

Berapa itu kontribusinya terhadap perusahaan? ada satu hal yang saya ga bisa prediksi yaitu harga minyak. Saya sih berharap sih paling tidak sama, syukur-syukur meningkat. Tapi kalau misalya sama ya dikalu dua aja lah apa yang terjadi di semester-I. Yang jelas di semester-I kita bisa generat EBITDA sekitar US$ 450 juta. Nah kalau harga minyak tetap, produksi naik turun sedikit ya dikali dua lah.

Itu dengan acuan harga minyak berapa?
Sekarang sudah agak naik, Brent itu US$ 63/barel sekarang. Tapi minyak Medco itu kan light sweet, kita bisa jual di US$ 65/barel hari ini. Jadi saya berharap di semster-II dia tetap strong seperti itu kita bisa lebih baik.

Target laba bersih dan pendapatan di kuartal III dan IV seperti apa?
Kalau kita bicara laba bersih banyak faktor yang harus diperhitungkan. Salah satu yang menarik adalah program pengembangan fase 7 di Amman. Amman itu kan hari ini sedang melakukan pengembangan namanya fase 7, kita akan spend hampir US$ 3 miliar dari 2018-2021. Jadi hampir US$ 3 juta kita spend sehari. Dan itu akan membawa seolah-olah net income kita itu turun karena kita spend capex kan dan itu hasilnya baru terjadi nanti di akhir 2020 meningkat di 2021, peak di 2022 dan 2023 dan akan turun di 2024.

Makanya kalau bicara net income hari ini memang kita agak rendah ya, kita ini turun dari US$ 40 juta ke US$ 28 juta. Dan mungkin dengan harga seperti ini mungkin akan konstan ke depannya. Tapi sekali lagi ini sangat tergantung dengan apa yang kita lakukan di Amman di fase 7 ini.

Selesai di 2021?
Jadi gini kalau kita bicara pengembangan tambang, awalnya yang kita ambil itu namanya waste ya, bukan ore ya. Itu yang besar dan mahal prosesnya. Seperti yang saya bilang tadi itu hampir US$ 3 juta per hari. Itu kita ambil ore-nya itu baru dicapai di akhir 2020 dan itu akan meningkat di 2021 dan peak di 2022-2023 dan turun di 2024.

Itu bakal diprediksi pendapatan net income-nya Medco berapa?
Saya ga boleh bicara angka terlalu banyak karena ini kan akan memengaruhi harga sahamm. Tapi kira-kira itu bisa berikan EBITDA dari Amman mungkin sekitar US$ 1,4 miliar-US$ 1,5 miliar per tahun. Tapi kan kita ga 100% di situ kan, kita 30% hari ini.

[Gambas:Video CNBC]

Ada rencana menambah kepemilikan?
Kita tidak ada rencana ke situ, stay di 30% di situ saja.

Tapi yang lebih penting hari ini kita di migas ini kita sudah bisa generate dengan harga seperti sekarang hampir US$ 900 juta EBITDA per tahun. Nanti kalau sudah ditambah dengan kontribusi dari Amman, insyaallah kita akan bisa menghasilkan EBITDA yang sangat signifikan buat perusahaan.

Perang dagan dan global uncertaity rentan ke harga minyak Seperti apa di perusahaan?
Saya melihat perang dagang ini tidak akan berkelanjutan terlalu lama. Kenapa begitu? Karena saya lihat ya China dan Amerika mereka saling membutuhkan. Ini cuma mereka meningkatkan nilai tawar saja, tapi at the end of the day saya yakin mereka akan mencapai kesepakatan.

Apa yang kita rasakan hari ini ya seolah-olah ada gejolak ekonomi dunia yang akhirnya mengganggu harga komoditas termasuk harga minyak. Apa yang harus kita ambil? Buat kita sederhana saja, cost leadership itu kuncinya. Hari ini kita maintain cost US$ 10 dolar per barel.

Ya artinya kita betul-betul memilih lapangan yang sesuai dengan kemampuan kita. Kita tidak pilih lapangan yang laut dalam, kita ga pilih oil shell, kita ga pilih tar shell. Yang gitu-gitu jita ga.

Jadi yang sekarang kita lakukan either on shore atau shell on shore yang biayanya relatif rendah. Dengan cara inilah kita bisa me-maintain biaya di bawah US$ 10 per barel. Dengan biaya segitu kalau misal ada gejolak dunia harga minyak turun ke US$ 40 pun orang lain yang biaya US$ 40 harus tutup, kita masih untung.

Jadi strategi paling cocok buat mengadapi perang dagang dan gejolak ekonomi itu adalah cost leadership.

Ada strategi lain?
Kalau geopolitik di Timur Tengah itu akan berjalan terus, malah beberapa analis sudah price in uncertainty itu. Tapi sekali lagi lagi kalau urusan Amerika sama China ini mereka saling membutuhkan kok, at the end of the day itu di berita hari ini sudah mulai tuh ada usulan kesepakatan yang mulai bicara soal barang-barang tertentu tidak akan di-touch. Saya pikir itu menuju kepada kesepakata lah, saya optimis.

Medco akan oeprasikan tambang Batu Hijau, mau IPO, sampai mana?
Jadi IPO ini bukan tujuan, saya selalu bilang yang penting di perusahaan itu kita meyakinkan bahwa fundamental perusahaan itu kuat. Produksi setinggi mungkin, efisiensi dijaga dan sekali lagi cost diperhatikan. Dan itulah yang saya lihat teman-teman di AMNT bisa lakukan sekaran ini. Mereka sudah berhasil melakukan berbagai upaya untuk menurunkan biaya produksi, efisienkan operasi dan insyallah setelah fase 7 ini produktivitas akan meningkat lagi.

Apakah saat itu kita mau IPO, ya itu salah satu opsi lah tapi bukan tujuan. Ada tujuan ke sana, tapi IPO itu kan banyak faktirnya, kalau kita melakukan itu harus liat kondisi pasar seperti apa, storey-nya sudah cukup banyak atau tidak, akah fundamentalnya sudah cukup. Itu kita akan lakukan. Jadi kalau kita sudah siap kita akan lakukan anytime. Kita ga akan mengata kita akan lakukan ini bulan depan, kita siapkan saja fundamentalnya sampai kita siap betul, when we are ready, we are ready. Lalu kita tentukan waktunya.

[Gambas:Video CNBC]


IPO Medco Power?
Medco POwer juga sama, hari ini saya bilang sama sama Medco Power ada target nih in the next mungkin kalian bisa tingkatkan kapasitas menjadi 3x lipat. Hari ini kita punya IPP sekitar 645, ONM di atas 3.000 mega. Saya bilang 3-5 tahun ke depan kalian harus jadikan ini 3x lipat dari sekarang.

Nah, pada saat itulah kita bicara mau IPO atau ngga pada saat kita sudah punya size yang signifikan.

Siginifikan bagaimana?
Saya pikir minimum untuk IPP seribu lah. Trus ONM-nya hari ini sudah 3.000 mudah-mudahan bisa 2x dari itu lah.

Ekspansi ke depan?
Kalau migas hari ini business development kita sangat jeli melihat peluang. Mereka lihat potensi eksplorasi dan potensi akuisisi. Itu selalu liat ada ngga nih akuisisi target yang bisa lagi. Dari waktu ke waktu selalu kita lakukan dengan kandidat.

Saya kira kandidat selalu ada, tapi sekali lagi tadi kan saya bilang kalau ada kandidat akuisisi dia harus memenuhi beberapa syarat, salah satunya biayanya harus relatif oke. Saya ga mau kita akuisisi yang eksplorasi dan development-nya mahal dan dia laut dalam. Itu bukan bagian dari strategi kita.

Yang kedua, hari ini kita berusaha untuk menurunkan rasio antara utang dan EBITDA kita. Jadi kalau harga akuisisinya terlalu mahal lalu rasio EBITDA-nya terhadap debt menjadi buruk itu tidak akan kita lakukan. Jadi kita harus make sure itu akan kita lakuakn secara operasional, secara biaya maupun struktur keuangan dalam memengaruhi rasio antara debt dan EBITDA itu tidak memburuk.

Kandidat itu selalu ada, seperti yang saya bilang di business development itu kita seperti proses screening untuk melihat kandidat-kandidat yang akan kita lakukan, kalau ada yang cocok dengan itu baru kita persue, otherwise kita akan lepaskan.

Divestasi anak usaha?
Kalau di panas bumi kita sudah operasikan di Sarula, North Sumatera. Yang sekarang kita lakukan di Ijen, Jawa Timur. Kita lakukan pengeboran, insyaallah kalau itu berhasil akan menjadi power plan yang kapasitasnya 110MW.

Eksplorasi itu praktis sudah selesai, kita sudah mengebor dua sumur dangkal. Tapi untuk memastikan kita harus mengebor sumur agak dalam dan itu insyaallah akan kita lakukan di akhir tahun ini.

Selanjutnya bagaimana?
Itu tergantung dari hasil dari sumur eksplorasinya yang diharapkan selesai sebelum akhir tahun ini atau awal tahun depan setelah itu kita tentukan proses pembangunan power plan-nya.

Diversifikasi usaha?
Kalau itu sih dari waktu ke waktu kita lihat, tapi saya tidak bisa disclose persisnya seperti saya bilang tadi kita slelau menjaga keseimbangan antara eksplorasi, pengembangan dan produksi.

Strategi penurunan utang?
Kan gini kita jaga at least jangka panjang, debt to EBITDA itu tidak boleh lebih dari 3x. Setelah akuisisi Ophir alhamdulillah kita bisa turunkan sekarang ke 2,7x, syukur-syukur bisa lebih rendah lagi. Dan jangka panjang memang deleveraging ini salah satu tujuan kita. Bagaimana caranya? Ya harus naikin EBITDA, produktivitas.

Makanya hari ini dengan kita bisa men-generate US$ 900 juta dari migas lalu insyallah nanti power juga mulai berproduksi tambahan juga masuk pada saat itulah deleveraging yang serius bisa kita lakukan utang di level berapa, apa mau 3x, 2x 0,5x. Kalau kita EBITDA-nya sudah kuat kita bisa tentukan sendiri. Tapi yang jelas kita tidak mau itu melewati angka 3x.

Pesan untuk shareholder?
Hari ini kita betul-betul masih di fundamental. Kita beruntung memiliki organisasi yang tangguh dan support dari perbankan yang sangat kuat sehingga memungkinkan kita melakukan ekspansi baik organik maupun anorganik. Mudah-mudahan perusahaan ini akan menjadi salah sati leading energy company di Indonesia. (Monica Wareza/hps)

Halaman Selanjutnya >>>>


No comments:

Post a Comment

Featured Post

5 Hari Berturut Merah, IHSG Hari Ini Siap ke Zona Hijau

5 Hari Berturut Merah, IHSG Hari Ini Siap ke Zona Hijau Jakarta, CNBC Indonesia - Sempat bergerak antara zona hijau dan merah, Indeks Harga...